Berita

Pendeta Yohanis Metris, Pendeta Gereja Toraja, Nahkodai PGIW Sulselra

01 Mar 2026   |   29 views   |   FRITZ V. WONGKAR

Pustaka PPGT -- Sidang Wilayah XIV Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara menjadi momentum penting bagi gereja-gereja di Sulawesi Selatan dan Tenggara untuk meneguhkan kembali panggilan bersama dalam pelayanan. Di tengah dinamika persidangan yang berlangsung pada 26–28 Februari 2026 di Hotel Myko, gereja-gereja berhimpun dalam semangat doa, pertimbangan iman, dan tanggung jawab oikumenis.

Dari proses tersebut, Pdt. Yohanis Metris, M.Th ditetapkan sebagai Ketua Umum PGIW Sulselra untuk masa pelayanan 2026–2031. Penetapan ini tidak hanya menandai pergantian kepemimpinan, tetapi juga memperlihatkan kepercayaan gereja-gereja kepada sosok pelayan yang selama ini setia mengerjakan tugas dengan ketekunan dan kerendahan hati. Sebelumnya, Pdt. Metris melayani sebagai Sekretaris Umum PGIW Sulselra, peran yang membentuknya dalam kerja-kerja koordinasi, pendampingan, dan perawatan relasi antargereja.

Dalam ungkapan syukurnya, Pdt. Metris menyampaikan bahwa amanah tersebut diterima sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, bukan sekadar posisi struktural. Ia menegaskan komitmennya untuk memimpin dengan sikap melayani, membuka ruang dialog, dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh gereja-gereja anggota PGIW Sulselra.

Bagi Pdt. Metris, kepemimpinan oikumenis bertumpu pada keesaan tubuh Kristus. Oleh karena itu, fokus pelayanan PGIW Sulselra ke depan diarahkan pada penguatan persekutuan gereja-gereja, pembangunan kemitraan yang sehat dengan pemerintah dan lembaga mitra, serta peneguhan peran gereja dalam merawat kehidupan bersama di tengah masyarakat majemuk.

Ia menaruh perhatian besar pada pembinaan spiritualitas umat. Menurutnya, gereja yang hidup adalah gereja yang menumbuhkan iman warganya agar berakar pada kasih Kristus dan diwujudkan dalam sikap hidup yang adil, peduli, dan bertanggung jawab. Spiritualitas yang matang akan menolong umat menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan arah dan nilai.

Arah pelayanan tersebut sejalan dengan tema besar Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, “Hiduplah sebagai Terang yang Membawa Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan.” Tema ini menjadi pengingat bahwa gereja dipanggil untuk hadir secara nyata dalam kehidupan bangsa (bdk. Matius 5:14–16) membela keadilan, memelihara perdamaian, dan menjaga ciptaan sebagai wujud ketaatan iman.

Sebagai pendeta Gereja Toraja, Pdt. Metris juga menyadari bahwa gereja tidak terlepas dari berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Krisis lingkungan, tantangan dalam kehidupan keluarga, perubahan sosial yang cepat, serta perkembangan teknologi digital menuntut gereja untuk bersikap bijaksana, relevan, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Kristiani.

Komitmen pada kehidupan yang rukun dan damai turut tercermin dari keterlibatannya dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Selatan. Melalui ruang dialog lintas iman, ia meyakini gereja dapat berperan aktif membangun saling pengertian, kepercayaan, dan kerja sama demi kebaikan bersama.

Dalam bidang pelayanan kreatif, Pdt. Metris juga memberi perhatian pada seni dan musik gerejawi sebagai sarana pembinaan iman. Ia mengapresiasi kehadiran Komunitas Musisi Gereja di Makassar sebagai wadah pelayanan yang mendekatkan gereja dengan generasi muda melalui ekspresi iman yang kontekstual dan membangun.

Lahir di Salubarani pada 24 Juni 1978, Pdt. Yohanis Metris dikenal sebagai pelayan yang memadukan keteguhan iman dengan kepekaan sosial. Kepemimpinannya di PGIW Sulselra diharapkan menghadirkan pelayanan yang meneguhkan gereja-gereja untuk tetap setia pada panggilan Kristus, sekaligus relevan dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan bangsa.

 


Tag: Pendeta Yohanis Metris Gereja Toraja PGIW Sulselra

📌 Artikel Terkait